Menanamkan Karakter Sejak Gerbang Sekolah: Pembiasaan Baru 5S di SMPN 1 Salam Babaris
Pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan di dalam kelas, melainkan juga tentang pembentukan karakter dan etika di luar kelas. Sadar akan pentingnya hal tersebut, SMPN 1 Salam Babaris kini menerapkan sebuah pembiasaan baru yang humanis dan penuh nilai kesopanan, dimulai tepat sejak langkah pertama siswa memasuki area sekolah.
Menyambut Pagi dengan Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun (5S)
Setiap pagi, suasana hangat langsung terasa di pintu gerbang utama. Para guru dengan penuh kehangatan berdiri berbaris untuk menyambut kedatangan para peserta didik. Melalui pembiasaan 5S ini, SMPN 1 Salam Babaris ingin memastikan bahwa setiap siswa memulai hari belajar mereka dengan energi positif, rasa dihargai, dan semangat kekeluargaan yang erat.
Pembiasaan Baru: Mematikan Mesin dan Menuntun Kendaraan
Ada pemandangan berbeda dan menarik dalam penerapan disiplin di lingkungan sekolah saat ini. Bagi siswa maupun warga sekolah yang membawa kendaraan roda dua, diwajibkan untuk:
- Mematikan mesin kendaraan sesaat sebelum memasuki pintu gerbang sekolah.
- Menuntun kendaraan dengan perlahan saat melewati barisan guru yang sedang menyambut siswa.
- Memberikan salam hangat dan senyuman terbaik kepada bapak dan ibu guru sebelum menuju area parkir.
Mengapa Pembiasaan Ini Sangat Penting?
Aturan menuntun sepeda motor ini bukan sekadar formalitas semata. Tindakan sederhana mematikan mesin kendaraan adalah bentuk nyata dari rasa hormat (ta'zim) siswa kepada guru yang telah menanti di gerbang. Selain memupuk rasa sopan santun yang tinggi, aturan ini juga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, bebas polusi suara, dan minim risiko kecelakaan di area gerbang.
Dukungan Bersama untuk Generasi Emas Kabupaten Tapin
Langkah kecil yang konsisten di SMPN 1 Salam Babaris ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari orang tua siswa dan masyarakat umum di Kabupaten Tapin. Dengan sinergi yang baik antara sekolah dan rumah, nilai-nilai budi pekerti luhur ini akan tumbuh menjadi karakter permanen pada diri anak-anak kita, mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga beradab dan santun di tengah masyarakat.
.png)
0 Komentar